Lemparan senyiuman dan ajakan yang bersahabat oleh Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen, yang langsung menemui para demonstran di depan halaman Mapolres TTS.
Aksi damai yang membawa dua tuntutan utama yakni, mendesak penuntasan dugaan pemerasan di Desa Linamnutu, Kecamatan Amanuban Selatan. dan kedua, mengusut tuntas dugaan kasus pengeroyokan terhadap Ardi A. Talan yang diduga dilakukan oleh Kepala Dusun Mnelalete, Wildi Alnaben, dan seorang guru P3K, Yamres Tefnai.
Niko dalam orasinya menyampaikan bahwa pihaknya datang bukan untuk mencaci, tetapi kami datang membawa harapan. “Kami datang karena kami percaya hukum masih bisa ditegakkan dan Kami percaya bahwa Kapolres TTS sebagai pempinan baru, mampu berdiri di atas kebenaran,” teriak Niko disambut gemuruh massa.
Namun yang terjadi kemudian justru menciptakan sejarah baru dalam dinamika aksi damai di TTS. Tak menunggu waktu lama, Kapolres Hendra Dorizen keluar dan menyambut para demonstran dengan senyuman hangat dan sapaan penuh hormat.
“Kalau Bapak Mama datang ke sini, itu artinya kita sama-sama pejuang. Dan pejuang itu harus didengar. Kami di Polres butuh masukan, butuh kolaborasi. Jangan ragu untuk bicara, karena saya akan jawab,” ujar Kapolres tenang di tengah massa yang semula bergelora. Tensi yang tadinya membara perlahan mencair.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












