Tragedi di Puskesmas Sarina: Keterlambatan Rujukan Diduga Jadi Penyebab Bayi Meninggal, Ibu Kritis

Reporter : Marfin Honin
IMG 20251118 WA0012

 

Menurut Fredirikus, staf piket di Puskesmas Sarina mengaku tidak dapat mengambil keputusan sendiri. Mereka berdalih hanya bisa bertindak berdasarkan instruksi dokter atau Kepala Puskesmas, yang keduanya tidak berada di tempat saat itu.

 

“Mereka bilang serba salah. Dokter tidak ada, kepala puskesmas juga tidak ada. Setelah dikonfirmasi, dokter hanya meminta dikirimi foto pasien, dan fotonya sudah dikirim,” jelasnya.

 

Fredirikus mempertanyakan standar penanganan medis seperti itu. “Apakah foto pasien bisa menjadi jaminan penanganan? Seharusnya dokter datang atau minimal menghubungi kepala puskesmas agar bisa mengambil keputusan cepat untuk merujuk. Ini soal nyawa dua orang,” tegasnya.

 

Ia menambahkan bahwa Adelia adalah seorang guru yang berjasa bagi negara dan bangsa. “Namun, saat membutuhkan penanganan kesehatan, dia malah dipersulit karena keterlambatan rujukan dengan alasan dokter dan kepala puskesmas tidak bisa mengambil keputusan secepatnya,” ujarnya dengan nada kesal.



Exit mobile version