Mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI itu mengajak masyarakat penghasil, untuk terus bekerja menghasilkan produk sopi berkualitas.
“Pemerintah akan melegalisasi Sophia, mengeluarkan regulasi terkait tata niaga produk ini. Masyarakat boleh terus berproduksi, hasilnya akan dibeli para pengusaha untuk selanjutnya diolah, ditingkatkan kualitasnya sesuai standar bersama pihak Laboratorim Undana,” tambah Bungtilu.
Dalam kesempatannya membawakan sambutan di hari berbahasa inggris itu, Wakil Gubernur Yosef Nae Soi mengungkapkan setujunya, untuk sebutan *_Rainbow Economic_*.
“Jika sebelumnya NTT dikenal memiliki pembangunan dengan sebutan ekonomi hijau (kelor) dan ekonomi biru (laut). Saat ini, NTT bisa lebih dikenal dengan ekonomi _rainbow_ (pelangi). Dengan Pariwisata sebagai sektor penggerak utama dan Sophia sebagai salah-satu produk dari ekonomi pelangi,” kata Josef dalam bahasa Inggris mengiyakan apa yang disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Beni, M.Si, Ph.D.
‘Gubernur Dua’ itu juga mengaku bangga, dengan program pengiriman anak-anak NTT ke Griffith University Australia, untuk belajar pariwisata. Ia berharap, mereka dapat belajar serius, memperbaiki kualitas diri, mengangkat derajat NTT yang masih terkategori sebagai daerah miskin dan bodoh.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
