Vinsensius Sasi: Guru adalah Sebuah Profesi, Jadi Guru Honorer Harus Dihargai dan Dihormati Terutama Kesejahteraannya

Reporter : Robert Editor: Redaksi
20220902 134457

“Tahun kemarin saya sudah sampaikan, tahun ini juga sudah saya sampaikan. Sehingga tahap I dan tahap II ada yang seleksi. Ada Enam orang lolos tahap I dan tahap II Lima orang lolos PPPK. Artinya ada perhatian kepala sekolah sehingga tahap I dan II guru honorer komite ada 11 orang yang lolos”, ujar Vinsensius.

Kedepan janji Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT ada penerimaan 3000 tenaga honorer yang akan diangkat jadi PNS PPPK. Apabila dalam seleksi yang diterima Lima atau Enam orang ya mau bilang apa. Karena yang masuk tenaga honorer bukan saja di SMA Negeri I Taebenu tetapi disemua wilayah NTT. Ada SD, SMP, SMA, SMK dan bahkan SLB semuanya ada guru honorer”, tegas mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Kuoang.

“di SMA Negeri I Taebenu ada 30 tenaga honorer, masih banyak tetapi saya sebagai pimpinan selalu menghimbau agar selalu siap-siap untuk mengikuti ajang atau seleksi yang akan digelar oleh pemerintah”, cetusnya.

Kalau ada yang tidak lulus seleksi, sebagai pimpinan bagaimana mengayomi sumber daya manusia (SDM) yang ada di semua pos dari sisi tugas yang ada juga dari sisi keuangan untuk membantu mensejahterakan keluarga mereka dengan cara menyiapkan jam mengajar yang memadai. Dari sisi kesejahteraan sekolah kita sekolah kecil maka sumber dana komitenya juga kecil maka besaran perjamnya kita hitung Satu jam Rp. 15.000. Satu minggu kalau mengajar Empat jam honornya Rp. 60.000. Jadi Satu bulan Empat minggu ya terima honor Rp. 240.000, tetapi makin banyak jam mengajar honornya makin besar”, pungkas Vinsesius.



Exit mobile version