“Kita sadar, siap tidak siap, suka tidak suka, generasi akan berganti. Tongkat estafet pembangunan itu mau tidak mau akan berada di pundak kita. Masa depan daerah dan bangsa tinggal menunggu waktu dan akan berada di tangan generasi muda,” ujar Wabup.
Menurutnya, kegiatan pengabdian mahasiswa seperti Kemah Kerja Bakti menjadi ruang pembelajaran untuk membangun kepedulian sekaligus melatih kemampuan bekerja bersama masyarakat.
“Saya senang melihat adanya kegiatan seperti ini. Bukan soal seberapa banyak kegiatan yang dibuat, tetapi bagaimana kita mau berpartisipasi, bekerja bersama, dan memberi manfaat. Itulah modal utama untuk membangun daerah ini,” katanya.
Gonzalo menegaskan pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Semangat kerja bersama, menurutnya, juga telah menjadi bagian dari nilai budaya masyarakat.
“Membangun daerah ini tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus bekerja bersama. Leluhur kita telah mengajarkan nilai to’o jogho waga sama, bekerja bersama dalam semangat kebersamaan. Itu bukan sekadar retorika, tetapi nilai yang harus terus kita hidupkan,” ungkapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












