“Hampir seperlima penduduk seluruh Indonesia ada di Jawa Barat,” ujarnya.
Iswara memaparkan data ekonomi dan investasi Jabar yang cukup menjanjikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jabar saat ini berada di angka 74,9 poin.
Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi Jabar tercatat 5,2 poin tahun lalu dan diproyeksikan mencapai 5,6 poin tahun ini. Realisasi investasi juga menunjukkan angka yang tinggi.
“Laju pertumbuhan investasi juga tercatat yang tertinggi di Indonesia, secara nasional kita termasuk yang tertinggi. Saat ini, di triwulan ketiga, sudah masuk Rp77,1 triliun untuk investasi, termasuk dari negeri China,” ungkapnya.
Dorongan untuk Investasi Tiongkok
Meskipun secara nasional investasi Tiongkok berada di urutan ketiga di Indonesia, di Jabar posisinya masih di urutan keempat.
Realisasi investasi di Jabar pada triwulan III tembus Rp 77,1 triliun. Dengan PMDN Rp 41,8 triliun dan PMA Rp 35,3 triliun. Sehingga saat ini China menempati posisi keempat investor terbesar di Jawa Barat, setelah Jepang, Singapura, dan Hongkong. Ia berharap pertemuan ini bisa menjadi jembatan untuk meningkatkan posisi tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
