Salah satunya tambahnya, rencana strategis di Jawa Barat adalah proyek Waste to Energy (WTE). Kolaborasi yang sudah berproses adalah dengan Jepang untuk mengelola TPPAS Legok Nangka.
“Banyak sektor yang bisa digarap, Kami berharap rekan-rekan dari HCJA dapat mendorong agar investasi Tiongkok di Jawa Barat bisa meningkat lagi ke peringkat yang lebih tinggi,” jelasnya.
Iswara menekankan kesiapan Jabar untuk melanjutkan dan menindaklanjuti kerja sama ini secara lebih teknis, baik di Jabar maupun di kota-kota maju di Tiongkok seperti Beijing, Shanghai, atau Guangzhou.
“Jadi sejak tahun 2003, kebetulan saya sudah 25 tahun di DPRD, tahun 2004-2005 kami sudah visit ke china, waktu itu ke Shanghai, ke Beijing, Guangzhou, Tianjin, Shenzhen, Pak Gubernur dan kami di DPRD sudah berkunjung ke sana, dan kita membicarakan komitmen untuk bekerja sama,” bebernya.
Selain itu, Iswara menjelaskan bahwa jumlah penduduk Jabar yang besar, 50,4 juta jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk 1,1%, adalah potensi yang memerlukan dukungan dan kerja sama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
