“Untuk secara nasional, investasi China di Indonesia itu urutan ketiga. Tapi kalau di Provinsi Jabar, China itu investasinya urutan keempat, jadi ini harus ditegaskan. Sekarang tertinggi masih Jepang di Jabar itu, yang kedua Singapura, yang ketiga Hong Kong, yang keempat China,” jelasnya.
Oleh karena itu, Iswara secara khusus berharap ACJA dapat membantu mempromosikan potensi investasi di Jabar.
“Kami berharap teman-teman dari ACJA bisa mendorong laju pertumbuhan investasi di Jawa Barat, karena saat ini masih nomor empat di bawah Singapura, di bawah Hong Kong, di bawah Italia,” harapnya.
Iswara mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sendiri telah menjalin sejumlah perjanjian kerja sama ekonomi dengan pemerintah provinsi di Tiongkok sejak tahun 2003.
Sektor-sektor yang paling banyak dikerja samakan adalah industri pengolahan dan manufaktur, industri informasi dan komunikasi, serta perdagangan.
Bahkan dia menjelaskan, masih banyak peluang kerjasama yang bisa dilakukan seperti, manufaktur, informasi hingga geotermal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
