Warga yang hadir pada sosialisasi tersebut disuguhkan tutorial bagaimana memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi sesuatu yang berhasil guna dan bernilai ekonomis. Warga sangat antusias dengan tutorial tersebut, karena hal tersebut merupakan ilmu baru bagi mereka yang selama ini tidak tahu bahwa di sekitar mereka sangat melimpah sumber daya alam yang belum dimanfaatkan.
Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga yang hadir di acara tersebut. Frans Dedi Mau, 34 tahun warga Dusun Mebupor, yang memiliki hewan ternak sapi dan babi mengaku sangat tertarik dengan teknik pemanfaatan limbah kotoran sapi yang disuguhkan oleh Pos Lakmaras.
Dia bertekad untuk menerapkan ilmu baru yang dia dapatkan tersebut untuk menggantikan alat masak dapurnya yang selama ini menggunakan kayu bakar dengan kompor gas yang bersumber dari energi biogas kotoran sapi.
Frans berharap, personel pos dapat bekerja sama untuk membantu membuat bahan-bahan yang diperlukan.
Hal senada juga disampaikan oleh Robinson (39), warga Dusun Lakstas, pemilik kebun ladang seluas 3,5 ha. Selama ini dia mengaku kesulitan dalam bercocok tanam tradisional di ladangnya. Kondisi tanah yang mengandung kapur dan berbatu mengakibatkan tanaman kopi yang ditanamnya mengalami hambatan dalam pertumbuhan dan hasil buahnya tidak sesuai dengan yang diharapkannya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
