Warna-warni Tenun Adat Penuhi Halaman SMPN 7 Kupang Saat Pengumuman Kelulusan 2026

Avatar photo
Reporter : Lia Editor: Redaksi
Screenshot 20260605 090036 WhatsApp

“Kami meminta anak-anak memakai pakaian adat agar menghindati hal-hal yang tidak dinginkan. Kelulusan itu bukan cuma soal lulus ujian, tapi juga soal identitas. Mereka anak NTT, harus bangga dengan budayanya,” kata Kepala SMPN 7 Kupang, Yani A. A. Boymau saat ditemui usai pengumuman.

Ide ini muncul dari guru seni budaya dan OSIS. Tujuannya sederhana: menanamkan rasa bangga pada generasi muda di tengah derasnya pengaruh budaya luar. Selama ini pakaian adat NTT lebih sering muncul saat 17 Agustus atau acara resmi. Kali ini momen kelulusan dipilih agar lebih membekas di ingatan siswa.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Kelulusan bukan hanya soal nilai yang diraih tetapi bagaimana peran guru dalam menerapkan nilai-nilai budaya kepada anak didik kita”, ujar Yani.

“Dalam sebuah kegiatan pendidikan yang berlangsung hari ini, pentingnya penerapan nilai-nilai karakter yang mengacu pada delapan dimensi profil lulusan”, tegas Yani.

Ditambahkannya bahwa salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah penerapan tujuh kebiasaan manusia yang efektif yang telah terlihat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Seluruh rangkaian kegiatan berpedoman pada delapan dimensi profil lulusan. Ia menilai implementasi nilai-nilai tersebut telah dirasakan secara nyata selama kegiatan berlangsung.