Kabupaten Nagekeo jelas Agus, pendapat per kapitanya masih di bawah Rp 15 juta, itu artinya masih ada yang hidup di bawah garis kemiskinan. Saat ini, Pemerintah dengan berbagai intervensi program berupaya mengentas angka kemiskinan, minimal keluar dari Desil 1.
Di sisi lain, Agus menyoroti soal pola hidup boros yang membuat masyarakat Kabupaten Nagekeo tidak maju-maju. “Yang menyebabkan kita miskin adalah hidup boros, kita tidak hemat, kalau acara pesta mau sunat kenduri itu selalu ada” katanya.
Agus berharap, dengan adanya diskusi tersebut, nilai tambah produksi pelaku UMKM di Nagekeo bisa meningkat. “Harapan kita bagaimana nilai tambah produksi harus meningkat di masyarakat, kita jual bahan mentah tidak ada nilai tambah produksi” katanya. (*)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












