Dalam pertemuan, Yohanis Mella yang di percaya sebagai pembicara dari para pelaku menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan keluarga serta kepada kodim 1621 dalam hal ini pak Dandim dan memohon agar persoalan ini di selesaikan secara kekeluargaan atau diselesaikan secara damai.
Lanjut Yohanis bahwa Kami mengakui bahwa Anak-anak kamilah yang telah melakukan aksi pengeroyokan terhadap Pak Yeremias Tabun, oleh Karna itu,
“Saya mewakili semua keluarga para pelaku sekaligus semua pelaku, dari lubuk hati yang dalam, memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pak Yeremias Tabun dan dua orang keponakannya serta Instansi TNI terutama Kodim 1621/TTS agar permohonan maaf kami dapat di terima secara hati ke hati”, ungkap Yihanis.
Yohanis juga menyampaikan bahwa mungkin apa yang kami bawa ini tidak bernilai apa-apa tapi sebagai masyarakat yang berbudaya, kami mohon kesediaan hati dari Pak Yeremias Tabun dan ke dua orang keponakan, kiranya dapat menerima simbol Kain Adat dan ganti rugi biaya pengobatan dan perawatan korban sebagai permohonan maaf kami yang sebesar-besarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
