Menurut Arman, berdasarkan keterangan para korban, sekelompok orang yang menggunakan truk, mobil pikap, dan sepeda motor diduga bergerak dari arah Desa Bena menuju wilayah Kolbano. Setelah berada di lokasi yang sebelumnya menjadi tempat kejadian perkara pembunuhan beberapa waktu lalu, rombongan tersebut diduga kembali dan melakukan penyerangan terhadap rumah-rumah warga di wilayah perbatasan Desa Bena dan Desa Oebelo.
“Mereka diduga melakukan pelemparan secara membabi buta. Rumah-rumah warga dirusak, mulai dari jendela, pintu, kendaraan roda dua hingga beberapa mobil juga mengalami kerusakan,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, para korban mengalami trauma. Bahkan, beberapa ibu rumah tangga dilaporkan pingsan karena ketakutan saat penyerangan berlangsung.
Arman menilai terdapat dugaan bahwa aksi tersebut telah direncanakan. Menurutnya, para korban yang didampinginya tidak pernah terlibat dalam persoalan pidana apa pun, namun justru menjadi sasaran penyerangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












