80 Tahun Indonesia: Kerja Senyap Menjaga Kedaulatan, Keadilan dan Kemanusiaan

Avatar photo
Reporter : Ir. Abdullah Rasyid, ME, Editor: Redaksi
IMG 20250818 WA0033

Oleh: Ir. Abdullah Rasyid, ME, Staf Khusus Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI

Di tengah peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia ini, saya ingin mengajak membicarakan dua hal yang jarang dibicarakan orang: yaitu Imigrasi dan Pemasyarakatan. Tentu kita sudah tahu institusi ini. Dan umumnya kita menganggap bahwa ini adalah unit teknis, yang tak terlalu menarik untuk diperhatikan. Padahal, Imigrasi dan Pemasyarakatan adalah pilar senyap yang menjaga kedaulatan, keadilan dan kemanusiaan negeri kita.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Imigrasi lebih dari sekadar urusan stempel paspor di bandara. Ia adalah benteng kedaulatan yang terus beradaptasi. Jika dulu kita harus mengantre panjang untuk mengurus paspor, kini ada e-Paspor dan aplikasi M-Paspor yang membuat prosesnya secepat kilat. Penerapan e-Visa juga berhasil mendongkrak jumlah wisatawan asing, menunjukkan bahwa Indonesia tak hanya berdaulat, tapi juga ramah terhadap dunia.

Gerbang-gerbang nusantara kini dilengkapi dengan teknologi biometrik yang berfungsi layaknya “mata elang” untuk mengawasi setiap orang yang masuk. Di tingkat global, Indonesia aktif bekerja sama memerangi perdagangan manusia, menegaskan keseriusan kita dalam menjaga martabat bangsa. Kebijakan bebas visa yang selektif juga menjadi bukti bahwa kita bisa membuka pintu tanpa mengorbankan keamanan.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan JMSI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JMSI.