Nagekeo, Flobamoranews.com– Virus demam babi afrika (bahasa Inggris: African swine fever virus, disingkat ASFV) kembali mewabah di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Data yang dihimpun dari dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo, hingga saat ini tercatat 16 ekor babi mati akibat ASfF.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo Clementina Dawo menjelaskan bahwa babi yang mengalami kematian akibat ASF ini tersebar di dua kecamatan yakni Aesesa dan Boawae dengan rincian 11 ekor di Aesesa dan 5 ekor di Kecamatan Boawae.
“Untuk kecamatan lain sampai hari ini aman” jelas Clementina di ruang kerjanya Selasa 26 Maret 2024 siang.
ASF merupakan spesies virus yang menyebabkan penyakit demam babi afrika. Virus ini merupakan satu-satunya spesies virus dalam famili Asfarviridae dan genus Asfivirus. Virus ini dikelompokkan dalam grup I dalam sistem klasifikasi Baltimore, yaitu virus DNA dengan untai ganda.
Sejak awal tahun ASF mewabah di Sikka dan Kabupaten Ngada, Dinas Peternakan Kabupaten Nagekeo sudah melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di tempat-tempt umum seperti pasar terutama kepada pedagang yang memobilisasi ternak babi dari maupun ke luar daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










