KUPANG, Flobamora-news.com – Suasana pengumuman kelulusan SMP Negeri 7 Kupang tahun ajaran 2025/2026 berlangsung berbeda, Ratusan siswa kelas 9 tidak hadir dengan seragam putih-biru, melainkan mengenakan pakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT) lengkap dengan tenun ikat, dan selendang. Halaman sekolah berubah menjadi panggung warna-warni motif Timor, Sumba, Rote, dan Sabu. Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah Yani A. A. Boymau di ruang kerjanya pada, Selasa 3 Juni 2026.
Menurut Kepala Sekolah Yani A. A. Boymau bahwa kebijakan ini sengaja digagas pihak sekolah bersama OSIS dan guru seni budaya untuk menanamkan rasa bangga pada identitas lokal di momen kelulusan. Kelulusan bukan hanya soal nilai, tapi juga tentang merayakan tentang siapa diri siswa sebagai anak NTT. Langkah ini pun mendapat apresiasi Dinas Pendidikan Kota Kupang karena sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila berbasis kearifan lokal.
Pemandangan itu terjadi saat sekolah mengumumkan hasil kelulusan secara luring di halaman sekolah. Ratusan siswa berbaris rapi, namun warna-warni tenun dari Timor, Sumba, Rote, dan Sabu mendominasi. Beberapa siswi bahkan melengkapi penampilannya dengan perhiasan adat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












