Ir. Petrus Kune Beberkan Teknik IB Sapi di Pelatihan Undana dan Pemkab Kupang

Avatar photo
Reporter : Marno Bunda Editor: Okber Bait
IMG 20261015 WA0072

KUPANG, 15 Oktober 2026- Ir. Petrus Kune, M.Si. membawakan materi “Teknik Inseminasi Buatan pada Ternak Sapi” dalam Pelatihan IB Ternak Sapi kerja sama Dinas Peternakan Kabupaten Kupang dan Fakultas Peternakan, Kelautan, dan Perikanan (FPKP) Undana. Di hadapan 45–50 peserta yang terdiri dari inseminator, petugas peternakan, peternak, dan mahasiswa Duta Inseminator FPKP Undana, ia menegaskan bahwa IB adalah rangkaian kerja presisi. “Mulai dari deteksi birahi, penanganan straw, thawing, hingga teknik inseminasi. Satu tahap saja salah, hasilnya bisa gagal total,” ujarnya di Aula Pascasarjana Undana.

Petrus menjelaskan, IB bertujuan memperbaiki mutu genetik sapi Timor melalui penggunaan semen dari pejantan unggul, mencegah inbreeding, menghemat biaya pemeliharaan pejantan, dan mengatur jarak kelahiran. Kunci pertamanya adalah deteksi birahi yang akurat. Siklus birahi sapi rata-rata 21 hari dengan lama birahi sekitar 18 jam, dan ovulasi terjadi rata-rata 11 jam setelah birahi berakhir. Ia menyebut tanda birahi yang harus dikenali, antara lain vulva bengkak dan merah dikenal dengan istilah 3A: abang, aboh, angat keluar lendir bening, gelisah, diam dinaiki, dan kadang keluar air mata. Ia menekankan aturan AM-PM: bila birahi terdeteksi pagi, IB dilakukan sore atau malam; bila terdeteksi sore atau malam, IB dilakukan pagi berikutnya. Waktu ideal IB adalah 10–22 jam setelah gejala birahi muncul, dengan peluang kebuntingan bisa mencapai 65–75 persen.