“Ada kenaikan prevalensi stunting dari 6,87% pada 2023 menjadi 7,81% pada Februari 2024” jelas Kepala Bapelitbangda Kabupaten Nagekeo Kasmir Dhoy , melalui Perencana Ahli Muda Laurensius Yustinus Bitua, kepada media ini Jumat 12 April 2024.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 (dua) tahun.
Dengan demikian periode 1000 hari pertama kehidupan seharusnya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan.
Bapelitbangda melaporkan angka Stunting di Kabupaten Nagekeo mengalami peningkatan signifikan dari 728 anak pada tahun 2023 menjadi 802 anak pada Februari 2024. Jika dilihat perkembangan dari tahun 2022, angka Stunting di Nagekeo sebetulnya mengalami penurunan dari 946 anak atau 8, 42 persen di tahun 2022 menjadi 802 anak di tahun 2023.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
