SOE, FLOBAMORA-NEWS.COM – Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin (12/10/2026), menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut menyulitkan masyarakat memperoleh bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
Praktisi Hukum dan Pemerhati Masyarakat TTS, Yabes Nubatonis, S.H., mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTS bersama Pertamina Patra Niaga dan instansi terkait segera mengevaluasi distribusi BBM bersubsidi serta menelusuri dugaan penimbunan dan penyalahgunaan penyaluran apabila terdapat indikasi yang didukung bukti.
Menurut Yabes, antrean panjang di sejumlah SPBU tidak boleh hanya dipandang sebagai persoalan rutin. Kondisi tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh untuk memastikan apakah berkaitan dengan keterbatasan pasokan, peningkatan permintaan, pola distribusi, atau kemungkinan adanya pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












