Nagekeo, FlobamoraNews.com–Badan Usaha Milik Desa (Bumdes ) Desa Maropokot, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, NTT, saat ini eksis menjalankan usaha di bidang Pertanian dengan mengolah gabah kering giling menjadi beras berkualitas tinggi (premium).
Usaha BUMDES bernama Maro Karya yang dibentuk sejak tahun 2023 lalu ini yaitu membeli gabah kering giling (GKG) dari petani dengan harga Rp 7.500 per kilogram, kemudian diolah menggunakan mesin canggih selanjutnya dijual ke pasaran dengan harga Rp. 14. 000, per kilogram.
Direktur BUMDES Maro Karya Marsel Epe menyebut, usaha yang dijalankan BUMDES terkait aktivitas mengolah beras berkualitas premium ini mendapatkan keuntungan. Mengolah gabah kering giling 8 ton saja, BUMDES sudah meraup keuntungan lebih dari Rp. 50 juta.
“Jadi kalau ada yang bilang keuangan BUMDES Maro Karya amburadul itu tidak benar, buktinya kami sudah dapat keuntungan di atas Rp. 50 juta” kata Marsel di Maropokot, Senin 24 Maret 2025.
Bumdes Maro Karya eksis beroperasi sejak empat bulan terakhir. Untuk saat ini proses produksi dihentikan sementara lantaran pihaknya kehabisan stok bahan baku berupa gabah kering giling, padahal animo pelanggan untuk mendapatkan beras yang diberi label branding Beras Nagekeo itu terbilang cukup tinggi. “Ini semua sudah ada yang pesan, jualnya sampai ke Lembata, Larantuka, Ende dan Kupang” beber Marsel.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










