Bumdes Maropokot Beli Gabah Petani Olah Jadi Beras Berkualitas Tinggi 

Avatar photo
IMG 20250324 WA0114
Beras Nagekeo, Photo dok: FlobamoraNews.com

“Harga gabah yang kami tawarkan itu melebihi harga Nasional kering panen 6.500, terkait harga kami sudah melakukan penghitungan analisa matang-matang, intinya tidak ada lagi petani yang harus tunggu lama-lama jual beras di pasar Danga” tambahnya lagi.

Selain kekurangan pasokan gabah, tantangan terberat yang dihadapi oleh Bumdes Mako Karya adalah ketersediaan modal usaha yang dinilai masih kurang jika hanya mengandalkan penyertaan modal dari dana desa. Bumdes Mako Karya membutuhkan tambahan modal usaha yang bisa diakses di lembaga keuangan seperti Koperasi dan perbankan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Yohanes Oktavianus dari Bank Nasional Indonesia (BNI) cabang Mbay didampingi beberapa staff, berkesempatan memantau langsung aktivitas BUMDES Maro Karya, Senin 24 Meter 2025 siang. BNI mengapresiasi langkah inovasi yang dijalankan Pemerintah Desa Maropokot melalui BUMDES karena Desa sudah berpikir dua-tiga langkah lebih maju.

Menurut Dia, pemerintah desa dan semua stakeholder di Nagekeo khususnya bahkan NTT pada umumnya Integrasi pertanian belum dijalankan dengan baik. Padahal di daerah lain seperti di NTB, skema Integrasi kerja sama antara Pemerintah desa, Bumdes dan lembaga keuangan bahkan Oftaker sudah digerakkan secara sistematis.