“Saya berdiri di depan pintu gerbang, saya dengar suara dari pengeras suara, kurang lebih sama persis seperti yang saya tulis dalam dalam tanda kutip di atas” jelas Lothar.
Adapun kutipan langsung dari Bupati Andreas dalam apel tersebut yakni, “Saya sudah terlanjur mencintai rakyat Ngada, kita sama² lihat dan sy akan pantau dr Papua apakah 3 bulan ke depan bisa berubah tidak Ngada ditangan mereka berdua?”
Berteduh sekitar lima menit lantaran hujan gerimis, Lothar kemudian memutuskan pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, pegiat media sosial itu belum sempat berpikir untuk menulis tulisan panjang berupa kritikan terhadap seorang pejabat publik selevel Bupati.
“Sekitar 2-3 jam berikutnya saya coba² mengingat-ingat apa yang saya dengar, dalam pikiran saya bagus juga ini. Karena Bupati akan bersama-sama dengan saya sebagai masyarakat sama-sana akan pantau dan mengawal program kerja paket Murni ke depan” tandas Lothar.
Bagi Lothar, reaksi Bupati yang melaporkan dirinya atas postingan tersebut sesuatu yang wajar karena bisa saja faktor mispresepsi antara ucapan dengan tulisan dirinya yang tujuan utamanya adalah ingin menyampaikan ke Paket Murni bahwa kelak Ia bersama Bupati Andreas sebagai masyarakat nantinya akan sama-sama memantau dan mengawal program kerja Bupati dan Wakil Bupati terpilih.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












