Kemudian pada Senin, 11 Mei 2026, Marni datang sendiri ke rumah orang tua Yermias untuk menanyakan kabar suaminya. Namun kedatangannya justru disambut dengan kata-kata menyakitkan dan tidak pantas.
“Saya hanya ingin menanyakan keberadaan suami, tapi malah diperlakukan buruk,” ungkap Marni dengan nada sendu.
Perselisihan semakin memuncak keesokan harinya, Selasa, 12 Mei 2026. Orang tua Yermias melaporkan Marni kepada Kepala Desa Oeuban dengan tuduhan bersikap tidak sopan saat berkunjung. Di kesempatan yang sama, Marni juga menyampaikan keluh kesahnya terkait suami yang telah hilang tanpa kabar selama enam hari.
Pertemuan damai yang difasilitasi Kepala Desa Oeuban pun gagal mencapai kesepakatan. Dalam pertemuan tersebut, keluarga besar Yermias justru memberikan tekanan berat kepada Marni. Mereka menuntut agar Marni segera menemukan suaminya, bahkan mengancam akan ada hal buruk jika Yermias belum ditemukan hingga akhir Mei 2026.
Meski merasa tertekan, Marni tidak menyerah. Ia terus berupaya menelusuri hutan, kebun, serta tempat-tempat yang biasa dikunjungi suaminya di sekitar Desa Oeuban dan sekitarnya. Namun hingga kini, ia belum menemukan jejak apa pun.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












