Ia mengatakan, persoalan stunting di NTT, termasuk TTS, masih membutuhkan kerja bersama dan intervensi yang konsisten.
“Selaku pemerintah tentu kami mengapresiasi terobosan ini. Memang, data kita masih menantang. Karena itu sinergi antara BUMN, organisasi profesi, dan fasilitas kesehatan dasar sangat kita butuhkan. Jangan hanya di atas kertas, harus ada aksi nyata di lapangan,” kata Nahad.
Ia menegaskan, periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa penting yang tidak boleh dilewatkan. Intervensi pada periode tersebut menjadi salah satu fondasi dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Sementara itu, Kabid Kesmas Dinkes TTS, Niczon H. Ataupah, mengatakan edukasi terhadap ibu hamil harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan satu hari.
“Kami di puskesmas siap menindaklanjuti hasil kegiatan ini. Data 30 ibu hamil ini akan masuk dalam program pendampingan kami,” jelas Niczon.
Dokter spesialis kandungan, dr. Edward Manurung, Sp.OG, menilai kehadiran dokter spesialis secara langsung di fasilitas kesehatan tingkat pertama memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












