Dirinya sangat bangga karena pertanian hortikultura sangat menjanjikan. Hasil panen musim pertama itu terus memacu semangat tim kerja Kelompok Tani Aperta.
“Saya bangga karena dari Kelompok Tani Aperta ini, tanpa sadar, bisa memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dia berharap anak-anak muda tidak perlu merantau, sebab di kampung sendiri ada hal-hal baik yang bisa menghidupi keluarga, tergantung kreativitas dan inovasi dari pribadi masing-masing.
“Saya selalu menasihati anak-anak muda untuk terus bekerja keras, apa pun penghasilannya, yang penting halal dan bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ungkapnya.
Saat ini, di Kebun Aperta sudah ditanam tomat musim kedua sebanyak 80 ribu pohon. Namun, mereka menghadapi kendala pemasaran karena harga tomat sedang menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Rey Pereira juga mengeluhkan keterbatasan di Kelompok Tani Aperta, seperti kendala air, alsintan, bibit, pupuk, dan perlengkapan lainnya.
“Kami juga berharap agar pemerintah bisa membangun komunikasi untuk membuka perbatasan Motamasin dan bekerja sama dengan Timor Leste, sehingga hasil pertanian dari Malaka bisa masuk atau terjual ke sana,” pungkasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












