Selain menyalakan lilin dan memanjatkan doa, keenam kader IMM Sikka meninggalkan dan menyampaikan lembar tuntutan di kantor dinas. Tindakan ini dimaksudkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan pengingat publik agar duka tidak berhenti sebagai simpati sesaat, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah nyata, sehingga anak-anak lain tidak kembali merasakan sunyi yang sama.
Dalam lembar tuntutan tersebut, para kader IMM Sikka menyampaikan sejumlah poin utama:
Pertama, mereka mendesak evaluasi menyeluruh dan terbuka terhadap kebijakan serta praktik pendidikan, khususnya hal-hal yang berpotensi membebani peserta didik dan keluarga rentan. Evaluasi ini dipandang penting agar kebijakan benar-benar berpihak pada keselamatan dan kepentingan terbaik anak.
Kedua, mereka menuntut jaminan pendidikan dasar yang benar-benar gratis, adil, dan berkeadilan, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar belajar seperti buku pelajaran, alat tulis, dan sarana penunjang bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Pendidikan gratis, menurut mereka, tidak boleh berhenti pada slogan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
