Fadli Zon: Indonesia Perlu Menemukan Kembali Identitasnya

Avatar photo
Reporter : JMSI Editor: Redaksi
IMG 20250818 WA0029

Syahganda menyoroti kegagalan struktur memahami kultur, merujuk pada kasus Pati yang kini menghebohkan. “Struktur menaikkan PBB seenaknya, tanpa memahami kultur masyarakat yang sedang menjerit karena tekanan ekonomi. Maka terjungkallah bupati,” katanya dengan nada getir.

“Kita Ini Melting Pot, Bahkan Sebelum Dunia Menyadarinya”

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dalam orasi panjang namun tak kehilangan api, Fadli Zon mengurai kembali sejarah dialektika kebudayaan bangsa ini: dari Polemik Kebudayaan 1930-an antara Sutan Takdir Alisjahbana dan Sanusi Pane, hingga pertarungan ideologis Manifes Kebudayaan versus Lekra pada 1960-an.

Namun, bagi Fadli, yang terpenting bukanlah menang-menangan. Yang utama adalah pergulatan pemikiran itu sendiri. “Harus ada reinventing Indonesia’s identity—penemuan ulang jati diri Indonesia,” katanya, seraya menyebut dua karakter utama kebudayaan Indonesia: kekayaan dan ketuaan.

“Budaya kita ini mega-diversity. Bukan sekadar keberagaman, tapi keberlimpahan,” ujar Fadli yang mengaku sudah mengelilingi 101 negara. “Tak ada yang sekaya Indonesia dalam hal budaya, baik yang tangible maupun intangible. Yang intangible saja tercatat 2.213, sementara baru 16 yang diakui UNESCO: dari wayang, batik, keris, sampai jamu dan reog.”

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan JMSI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JMSI.