Safari eksplorasi ini mengemas rangkaian festival ini dalam dua segmen, yakni segmen utama dan segmen pendukung. Segmen utama meliputi Pagelaran Kekayaan “Tebe Bot dan Ai Tahan Timur” di Uma Metan Lidak Tukuneno Berkase; Upacara Ritual “Ha’a Luha” sebagai tradisi khas ekosistem ada di Kampung adat Sadi.
Sedangkan, segmen pendukung mencakup semua acara pendukung lain yang turut menyemarakkan pesta ekosistem budaya masyarakat adat setempat. Segmen penyemarak ini meliputi atraksi seni budaya, permainan tradisional, pertunjukan tenun ikat, pameran tradisional hasil karya masyarakat lokal, pameran kuliner tradisional, Tarian Likurai dan interpretasinya, Jelajah Gunung Lidak, Konser Musik tradisi, Bazar, Pameran Foto, Pameran dan Studi Tenun, Jelajah Rumah Adat, dan lain sebagainya. Semuanya dirangkai sebagai satu kesatuan ekosistem yang ada dan secara riil dihidupi oleh masyarakat adat ekosistem 2 kampung ada dimaksud.
Dalam bingkai Gotong Royong, FOHORAI FESTIVAL mendapat dukungan yang serius dari komunitas masyarakat adat pada kedua kampung adat ini. Sebagaimana tahun 2018, kembali Pemerintah Belu dan komunitas local yang ada di Kabupaten Belu menyambut baik penyelengaraan festival ini sebagai wujud kepercayaan diri masyarakat adat akan kekayaan tradisi yang pantas dilestarikan dan dikembangkan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












