Opini  

Gejolak Timur Tengah: Kebijakan Imigrasi Sebagai Instrumen Resiliensi Ekonomi

Reporter : JMSI Editor: Redaksi
IMG 20260317 WA0374

Ketiga, kebijakan keimigrasian juga dapat menjadi alat strategis untuk menjaga stabilitas neraca perdagangan nasional. Dengan pendekatan yang netral dan pro-bisnis, Indonesia dapat menarik investasi alternatif dari negara-negara non-konflik seperti Eropa maupun Asia Timur, sekaligus memperluas diversifikasi mitra dagang.

Penguatan kebijakan keimigrasian juga mencakup perlindungan bagi pekerja migran Indonesia. Program repatriasi dan reintegrasi yang terkelola dengan baik dapat memastikan aliran remitansi tetap stabil. Hal ini juga penting karena remitansi pekerja migran yang bekerja di kawasan Timur Tengah mencapai miliaran dolar setiap tahun, dan berkontribusi terhadap konsumsi domestik serta stabilitas neraca pembayaran nasional.

Gejolak di Timur Tengah menunjukkan bahwa kebijakan imigrasi tidak lagi sekadar berkaitan dengan pengawasan perbatasan. Dalam ekonomi global yang semakin terhubung, pengelolaan mobilitas manusia juga menjadi bagian dari strategi menjaga perdagangan, investasi, dan ketahanan ekonomi nasional di tengah perubahan geopolitik dunia yang semakin dinamis.

Disclaimer:
Artikel Ini Merupakan Kerja Sama Flobamora-News.Com Dengan JMSI. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab JMSI.


Exit mobile version