Menurutnya, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya pekerjaan di lapangan. Intensitas hujan yang tinggi membuat proses pengerjaan tidak berjalan maksimal. “Awalnya memang terkendala musim penghujan sehingga pekerjaan ini tertunda,” jelas Hadi.
Tak hanya faktor cuaca, persoalan internal rekanan pelaksana juga disebut ikut memperparah keterlambatan proyek. Hadi menjelaskan bahwa rekanan awal yang menangani proyek dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sehingga pihak kontraktor berinisiatif menambah rekanan baru untuk mempercepat pengerjaan.
Namun upaya tersebut justru memicu persoalan baru di lapangan. “Rekanan yang lama tidak mau dan memalang akses masuk menggunakan excavator. Hal inilah yang membuat pekerjaan terhambat,” tambahnya.
Proyek Peningkatan dan Pemeliharaan Bendung dan Saluran Irigasi Persawahan Aika Rohon di Kelurahan Nonbes itu diketahui menjadi salah satu dari 66 titik proyek Inpres Irigasi Tahun 2025 di NTT dengan total nilai anggaran mencapai lebih dari Rp100 miliar. Pemerintah berharap seluruh proyek strategis tersebut mampu meningkatkan ketahanan pangan serta mendukung produktivitas pertanian masyarakat di berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












