Sinergi ini bertujuan agar program dan produk perbankan Bank NTT selaras dengan target pembangunan ekonomi di masing-masing wilayah. Misalnya, kredit untuk sektor pertanian di TTS, peternakan di Sumba, perikanan di Alor, dan pariwisata di Labuan Bajo.
Selama ini, komunikasi antara Bank NTT dengan pemegang saham di daerah dinilai masih insidental dan hanya saat RUPS. Gubernur tidak ingin hal itu terulang.
*3. Perkuat Tata Kelola Perusahaan (GCG)*
Instruksi ketiga adalah memperkuat penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik.
Prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan keadilan harus diterapkan secara konsisten, bukan hanya di atas kertas. Hal ini untuk menjaga kepercayaan nasabah dan menjaga kesehatan lembaga perbankan daerah di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat dan sorotan publik terhadap BPD.
*4. Perketat Keamanan Siber dan Cegah Fraud*
Belajar dari kasus kebobolan sistem digital dan fraud yang menimpa beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) di daerah lain di Indonesia, Gubernur memberikan atensi khusus pada penguatan keamanan siber.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








