Gubernur Frans Lebu Raya, banyak bercerita terkait pola kepemimpinannya selama ini. Beliau, mengatakan tentu sebagai manusia dalam menjalankan kepemimpinannya pasti pernah mengungkapkan rasa marah. Tapi dalam mengekspresikan marah itu pasti berbeda.
“Memang saya akui pernah marah. Tapi saya selalu menjaga betul harga diri semua orang yang saya pimpin. Coba baca enam tingkatan kebutuhan Maslow. Tingkatan terendah ada soal pangan, sandang dan papan. Juga paling penting adalah kebutuhan seseorang, yaitu ingin dihargai. Ini yang saya jaga betul,” jelas Frans Lebu Raya.
Frans Lebu Raya, mengatakan selama kepemimpinannya tidak pernah marah setiap orang didepan umum. Dalam forum rapat pernah bicara keras tapi tidak pernah menyebut nama orang. Dan Beliau, mengharapkan semoga apa yang dia marah itu bisa dimengerti oleh orang yang melakukan kesalahan.
Dikatakan Frans Lebu Raya, banyak orang mengakui ada banyak perubahan di daerah ini. Bisa juga ada banyak orang yang merasa tidak nyaman kalau dibilang NTT mengalami kemajuan. Kalau ada yang merasa tidak ada kemajuan maka harus diakui juga bahwa daerah ini ada perubahan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












