Liga Fronteira Sebagai Media Pemersatu Tali Persaudaraan yang Rapuh

FlobamoraNews

BELU, Flobamora-news.com – Pulau Timor adalah salah satu Pulau di Selatan Indonesia. Masyarakat pulau ini memiliki satu bangsa dan budaya yang sama. Namun, karena kolonialisme, pulau ini akhirnya dipecah-belahkan menjadi dua negara yang berbeda. Bagian Timur Pulau Timor Memilih untuk tidak bergabung Indonesia atas dasar kolonialisme. Tepatnya pada tahun 1999, bagian Timur Pulau Timor resmi berdiri sebagai sebuah negara yang berdaulat, Republik Demokratik Timor Leste.

20 Tahun Berlalu. Perang saudara prakemerdekaan, walau masih tersimpan dalam ingatan. Namun, semangat untuk kembali merajut puing-puing persaudaraan yang telah diluluh-lantahkan akibat perang lebih besar daripada kisah tragis masa lalu.

Pulau Timor, pulau kecil yang memiliki satu bangsa, dua negara

Benar kata orang, Olah raga sebagai media pemersatu tali persaudaraan yang rapuh. Dalam olah raga, tak ada lagi rasa dendam, tak ada lagi perang. Yang ada hanyalah usaha untuk meraih sebuah kemenangan dengan menjunjung tinggi semangat sportivitas.

Baca Juga :  Wabup Belu Unggulkan Persemal Malaka Dalam Ajang ETMC 2019

Karena itulah, Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Timor Leste mengadakan sebuah turnamen yang dinamai Fronteira Indonesia-Timor Leste sejak tahun 2015 silam di Maliana, District Bobonaro, sementara pada pelaksanaan kedua pada 2016 lalu di District Oeccusse, dan sekarang ini tahun 2019 di Maliana, District Bobonaro.

Tujuan besar dari liga ini bukanlah sebuah kemenangan. Akan tetapi, liga ini dibuat untuk menjalin kembali tali persaudaraan masyarakat Perbatasan RI-RDTL yang sempat rapuh akibat perang saudara masa lalu.

Pemerintah Kabupaten Belu pun mengapresiasi liga tersebut dengan selalu mengirimkan kontingen untuk mengikuti Liga Fronteira sejak tahun 2015 silam. Di tahun 2019 ini, Pemerintah Kabupaten Belu mengirimkan 65 kontingen untuk diikutkan dalam tiga cabang olah raga yaitu Sepak Bola, Bola Voli, dan bola Basket.

Tulisan ini berasal dari redaksi