Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) Wilayah V, berkolaborasi dengan Kelompok Belajar CAPER (Calon Anak Peternak), sukses mengukir jejak pengabdian nyata melalui kegiatan Aksi Gizi dan Penyuluhan Peternakan di Kabupaten Kupang, NTT. Kegiatan yang merupakan manifestasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini berlangsung intensif selama tiga hari (28-30 November 2025) di Desa Rabeka dan Desa Pathau.
Fokus utama ISMAPETI diawali dengan kepedulian terhadap kesehatan anak-anak. Di SDN Oekaka, Desa Rabeka, ISMAPETI menggelar Aksi Gizi Serentak yang mencakup sosialisasi gizi seimbang dan intervensi langsung.
Ratusan siswa-siswi menerima pembagian susu dan telur sebagai sumber protein hewani esensial. Marno Bunda, Kabid Sosmas ISMAPETI, menjelaskan bahwa ini adalah langkah strategis untuk edukasi dini.
“Ini upaya konkret mengedukasi sejak dini tentang konsumsi protein hewani yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang dan mencegah stunting,” ujar Marno Bunda, Kabid Sosmas ISMAPETI sekaligus Ketua Umum CAPER.
Setelah aksi gizi, ISMAPETI melanjutkan program dengan Penyuluhan dan Pelatihan Peternakan yang dihadiri oleh masyarakat dan peternak. Ilmu yang dibagikan berfokus pada manajemen pemeliharaan ternak yang modern dan solusi menekan biaya produksi.
Poin unggulan dari pelatihan ini adalah pembuatan pakan ternak alternatif dari limbah pertanian lokal. Inisiatif ini dirancang oleh mahasiswa untuk memberikan solusi praktis agar peternak dapat menghemat biaya pakan secara signifikan.
Sebagai penutup, puluhan ekor ternak warga (sapi, kambing, babi, ayam) mendapatkan layanan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin gratis untuk memperkuat daya tahan tubuh mereka.
Kesuksesan acara ini adalah buah dari kolaborasi kuat. Marno Bunda menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, serta sponsor Studio ECM Advertising Kupang.
“Ini bentuk pengabdian nyata tridharma perguruan tinggi. Mahasiswa (ISMAPETI) terjun langsung mengaplikasikan ilmu, sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat,” tegas Marno.
ISMAPETI berharap pendampingan ini tidak berhenti di sini, tetapi akan berlanjut demi memastikan ilmu yang ditransfer dapat berdampak jangka panjang pada peningkatan gizi dan produktivitas ternak di Desa Rabeka dan Pathau.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












