“Sesuai catatan C1 yang saya terima, suara saya di Desa Bamo berkurang 20 atau hanya 148 dari seharusnya 168 suara. Ketiga pihak tersebut di atas membenarkan perolehan suara saya di Desa Bamo sebanyak 168 suara”, imbuhnya.
Menurytnya, kasus ini hanya salah satu contoh.
“Kasus serupa lainnya yang menimpa saya terjadi di TPS 04 Mera, Desa Golotolang, Kec. Kota Komba. Dalam C1, suara saya tertulis hanya 7 (tujuh) dari seharusnya 27 suara”, jelasnya.
Frans menduga ini semua modus penipuan baru. Dirinya mendesak pleno berbagai tingkatan sejak tingkat kecamatan supaya tidak memercayai begitu saja laporan dari setiap TPS.
“Harus dicek kembali terutama akurasi perolehan suara yang tertulis melalui C1, lalu bandingkan dengan catatan pada C1 plano atau dokumen lainnya”, tutupnya. (Rns)
KOMENTAR ANDA?
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
