Selama ini, Kety hanya bisa terbaring dan bergantung sepenuhnya pada ruang gerak yang sangat terbatas. Sang ibu berjanji akan merawat kursi roda ini dengan sebaik-baiknya. Kini, mereka tak sabar ingin membawa Kety keluar untuk sekadar merasakan embusan udara segar dan hangatnya cahaya matahari.
Jembatan kebaikan ini berawal dari aksi nyata Marno, Ketua Bidang Sosial Masyarakat ISMAPETI (Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia). Marno yang sejak awal menyuarakan keluhan masyarakat terisolasi, mengaku sangat bersyukur atas respons kilat dari keluarga Liufeto.
Menurut Marno, bantuan ini adalah jawaban atas doa panjang yang dipanjatkan keluarga Runesi setiap malam.
Misi ISMAPETI: Aksi sosial ini sejalan dengan misi kemanusiaan organisasi untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan.
- Realitas di Lapangan: Kety hanyalah satu dari sekian banyak anak berkebutuhan khusus yang masih terisolasi karena keterbatasan alat bantu.
- Langkah Jangka Panjang: ISMAPETI berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dengan para dermawan demi menjangkau anak-anak disabilitas lain yang belum tersentuh bantuan.
Di akhir pertemuan, Marno menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi bukti nyata betapa kuatnya peran media jika digunakan untuk tujuan yang mulia. Media mampu menjadi penyambung lidah, menghubungkan jeritan hati mereka yang membutuhkan dengan tangan-tangan terbuka para dermawan yang siap berbagi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












