Ia menjelaskan Koramil Camplong menerima 1 Kg Kelor Basah di tempat dengan harga per KG Rp 5.000. harga itu diketahui oleh semua anggota kelompok. Namun karena lokasi kelompok dan Koramil Camplong yang sangat jauh, Antonius mensiasatinya dengan anggota kelompok dalam menentukan harga beli untuk anggota kelompok untuk menutupi biaya operasional. Untuk kelor yang dicari oleh Antonius , setiap anggota kelompok mendapat upah Rp 2.000 setiap KG. Sementara itu kelor yang dijual oleh anggota kelompok ke Anggota Kelompok setiap Kg dihargai dengan harga Rp 3.000.
Setiap Hari Antonius menggunakan kendaraan motor sebanyak 3 unit. 3 unit motor itu disewa untuk mencari kelor di kebun kebun milik warga. Setelah melalui proses perontokan daun, kelor basah itu di antar ke cabang Bimoku Kupang dan dititip di Bis untuk antar ke Koramil Camplong. Selisih pembayaran dari Rp. 3.000 maupun Rp. 2.000 digunakan untuk operasional. Jika masih ada yang sisa akan dibelikan buku tulis untuk anak SD dan beli sirih pinang, kopi gula dan aneka camilan yang digunakan oleh anggota kelompok.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
