Salah satu penanggung jawab program menyampaikan bahwa pembuatan peta ini berawal dari pengamatan langsung terhadap tantangan navigasi dan keminiman informasi di lapangan. “Mulut Seribu itu punya banyak spot-spot hidden gem yang sayang banget kalau dilewatkan. Kami ingin wisatawan yang datang tidak sekadar lewat, tetapi benar-benar tahu ke mana harus mengarahkan perahu mereka untuk mendapat pengalaman terbaik. Peta ini adalah jembatan antara pesona alam dan aksesibilitas,” ujar Naufal Raya, penanggung jawab program kerja ini.
Proses pembuatan peta diawali dengan survei lapangan secara menyeluruh. Tim KKN turun langsung menyusuri perairan labirin karang untuk memetakan koordinat, memperkirakan waktu tempuh, dan mengidentifikasi area-area dan spot-spot yang aman dan cantik untuk disinggahi. Dalam navigasi perairan yang kompleks ini, tim didampingi dan dibantu langsung oleh tokoh masyarakat serta penggerak wisata lokal, yakni Bapak Hidayah Furah, Bapak Dafris Leoh, dan Bapak Hendi Matara. Pengetahuan mendalam beliau-beliau mengenai medan Mulut Seribu menjadi kunci utama agar data yang dikumpulkan akurat dan sesuai dengan pasang-surut perairan setempat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.




