Sebelum pembangunan dimulai masyarakat terlebih dahulu membentuk panitia yang diketuai oleh Petrus Day. Menurut Petrus Day, masyarakat bersepakat pengumpulan uang secara swadaya itu dilunasi dalam tiga tahap. Uang hasil swadaya itu, rupanya hanya mampu untuk membangun bak captering, selebihnya distribusi air sampai ke rumah-rumah, warga mengaku kekurangan dana.
“Itu pun masih kekurangan dana, kami minta dukungan dari pemerintah agar air minum ini sampai kampung Toeteda” pintanya di hadapan Wakil Bupati.
Mewakili Ketua Suku Dhuge Boa, Hendrikus Langa Dike mengatakan penyerahan tanah lokasi mata air yang akan dibangun bak captering ini dilakukan secara ikhlas tanpa ganti rugi sepeserpun.
Harapannya, semoga bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan akan air bersih yang tentunya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sampai ke generasi mendatang.
“Kami menyerahkan lokasi mata air Loka Labo dengan Iklas dan tidak ada biaya karena mata air ini untuk kepentingan umum dan kami merasa sangat bangga dan bersyukur atas dimulainya proyek yang sangat penting ini” ucapnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
