“Rasionalisasi kemarin kan hanya di infrastruktur jalan, kita berharap Pemerintah harus tuntaskan fokus persoalan air bersih, karena masalah air bersih ini hampir merata di setiap wilayah di Nagekeo” ujar Walter.
Di Kecamatan Boawae, kata Walter kelangkaan air bersih tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Kelurahan Nagesepadhy saja. Warga di beberapa kelurahan dalam kota sendiri selama ini mayoritas masih mengkonsumsi air bersih dengan cara membeli.
“Itu fakta untuk Boawae hari ini mulai dari Kelurahan Nage Oga, Nata Nage Timur, Olakile, dan sebagian Nagesepadhy, masyarakat masih ada yang beli air” katanya.
Guna menuntaskan persoalan ini, Walter meminta Pemerintah lebih pro aktif merespon apa yang menjadi persoalan kemaslahatan hidup masyarakat. Pemerintah melalui dinas teknis dalam hal ini PUPR dan BLUD SPAM harus bisa melakukan kajian secara komperhensif, di mana akar permasalahannya.
Layanan air minum yang bersumber dari mata air di Kelimado misalnya, selama ini masyarakat radius Kecamatan masih memanfaatkan jaringan perpipaan dan meteran lama yang mungkin mungkin saja rusak karena termakan usia.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
