Ia mengajak semua pihak untuk bersatu hati bekerja sama sukseskan pembangunan bak captering ini. Soal kelanjutan ketersediaan air ini menurutnya sumber air itu bukan warisan tapi titipan kepada anak cucu dan itu harus dilestarikan. “Hanya soal waktu saja, air akan lebih mahal dari emas suatu saat nanti” katanya.
Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada dalam sambutannya mengatakan pembangunan bak captering ini bukan hanya sekadar langkah pembangunan infrastruktur, tetapi sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan air bersih.
“Urusan air merupakan urusan darurat, mendesak dan harus diselesaikan. Dua hari ini saya urus air, kemarin urus WTP dan hari ini kembali urusi air juga. Ini merupakan simbol komitmen kami yang sejalan dengan program super prioritas pemerintah saat ini salah satunya menyediakan air bersih untuk warga masyarakat” ujar Gonzalo.
Bak captering yang akan dibangun ini dirancang untuk menangkap dan menampung air, sehingga dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, pertanian, dan aktivitas keseharian lainnya karena air adalah sumber kehidupan. Diharapkan penggunaan fasilitas ini dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat untuk menjaga dan memelihara fasilitas yang ada agar tetap berfungsi dengan baik dan dirasakan manfaatnya dalam jangka panjang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












