Posisi strategis tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan yang diberikan oleh rekan-rekan mahasiswa terhadap kapasitas kepemimpinan dan kemampuan organisasional yang dimilikinya. Dalam berbagai forum, Marno terlibat dalam proses advokasi mahasiswa, penguatan jejaring antarperguruan tinggi, hingga berbagai kegiatan pengabdian yang berorientasi pada pembangunan masyarakat.
Dr. Franchy menegaskan bahwa kemampuan Marno tidak hanya terbatas pada penguasaan teori akademik, tetapi juga terlihat dalam keterlibatan aktifnya di berbagai kegiatan profesional yang berkaitan langsung dengan bidang ilmu peternakan.
“Kemampuan Marno bukan hanya pada aspek teoritis. Ia juga mampu membuktikan keterlibatannya dalam berbagai aktivitas yang membuka ruang pengembangan diri, termasuk kemampuan kepemimpinan dan keterampilan teknis sebagai duta inseminator,” ungkapnya.
Kemampuan di bidang inseminasi buatan (IB) menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki Marno. Dalam konteks pembangunan peternakan modern, keterampilan tersebut memiliki nilai strategis karena berhubungan langsung dengan peningkatan produktivitas ternak, efisiensi reproduksi, dan penguatan sektor peternakan berbasis teknologi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












