Keahlian praktis yang dimiliki Marno menunjukkan bahwa lulusan peternakan tidak hanya dituntut memahami teori reproduksi ternak secara konseptual, tetapi juga harus mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam praktik lapangan secara profesional dan mandiri.
Tidak hanya berprestasi di bidang akademik dan organisasi, Marno juga berhasil menorehkan prestasi membanggakan pada tingkat provinsi dengan meraih gelar Terbaik III Putra Duta Bahasa Nusa Tenggara Timur Tahun 2026.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa peternakan memiliki kapasitas multidimensional yang mampu berkembang melampaui disiplin ilmu yang ditekuninya. Keberhasilan itu sekaligus mematahkan stereotip bahwa mahasiswa peternakan hanya berkutat pada aktivitas teknis peternakan semata.
Melalui ajang Duta Bahasa, Marno menunjukkan kemampuan komunikasi publik, literasi kebahasaan, diplomasi budaya, dan kapasitas intelektual yang menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Menurut Dr. Franchy, keberhasilan yang telah diraih Marno hendaknya tidak dipandang sebagai titik akhir perjalanan, melainkan sebagai fondasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












