“Saya hanya seorang petani, sedangkan beliau seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tentu lebih pintar dari saya. Tetapi kenapa saat melihat tempat sampah sudah penuh tidak ditegur saat itu juga, malah menunggu dan kemudian menyuruh saya membongkar dari atas sampai ke bawah? Itu sangat menyakitkan hati seorang ibu,” tambahnya.
Ia juga membantah klaim dalam klarifikasi pihak RSUD Soe yang menyatakan dirinya diarahkan untuk menggunakan alas tangan. “Kalau memang harus menggunakan masker atau sarung tangan, seharusnya disampaikan sebelum kejadian terjadi, bukan setelah semuanya berlangsung,” ucapnya. Sementara itu, Marta menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala Humas Anis Tode terkait perkembangan permasalahan ini, namun tetap berharap persoalan dapat diselesaikan secara tuntas sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












