Persoalan muncul bermula karena ketersinggungan antara Margaretha, Anton dan anak-anak Margaretha. Lazimnya budaya Nagekeo termasuk Ute, sesaat setelah acara penguburan dilanjut dengan acara omong adat yang biasa dipandu oleh tetua adat. Orang Ute menyebutnya dengan istilah Waka Mba.
Acara wakamba meliputi pembicaraan mengenai hutang baik orang yang memilih hutang dengan almarhum maupun sebaliknya. Kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan jatah yang disampaikan oleh yang mewakili saudara laki-laki (Ame Nala), Orang Tua (Ine Bapa), hingga paman dari almarhum (Embu Mame).
Acara Wakamba itu lah yang kemudian menjadi pemicu ketersinggungan yang berujung laporan Polisi yang mana Margaretha dan anak-anaknya tersinggung dengan Anton yang menyinggung soal hutang keluarga, begitupun sebaliknya Anton tersinggung dengan pemberian kerbau yang dinilai tidak layak. Sudah begitu, keponakannya juga suka nyindir di media sosial atas polemik keluarga mereka. Sedikit-sedikit status di medsos. Anton yang terlanjur sakit hati atas perlakuan saudari dan keponakannya itu lantas terus menjaga jarak.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












