Melihat jawaban tersebut, Simon Taneo menilai hal itu sangat tidak masuk akal dan tidak profesional.
“Bagaimana mungkin seorang Sekretaris di kantor Inspektorat tidak mengetahui proses audit yang dilakukan oleh bawahannya sendiri? Jawaban ini membuat masyarakat sangat geram,” ungkapnya.
Simon menegaskan, pada hari Senin mendatang, massa warga kembali akan datang ke kantor Inspektorat. Mereka menuntut kejelasan status audit, mengingat permasalahan ini tidak hanya soal jalan rabat beton, tetapi juga menyangkut dugaan pungutan liar dan pengelolaan BUMDes yang sangat memprihatinkan.
“Bahkan dua kapal yang dibeli menggunakan dana BUMDes kondisinya sudah rusak berat dan tidak bermanfaat sama sekali. Ini yang kami pertanyakan. Jangan lindungi para koruptor penggarong uang rakyat!” serangnya menutup pembicaraan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
