Oleh: Ermelinda Noh Wea
Kasus pelecehan seksual anak di bawah umur yang melibatkan Mantan Kapolres Ngada sebagai aparat penegak hukum sudah sangat menyedot perhatian kita beberapa hari ini dan sangat mencoreng institusi, kenyataan ini merupakan pelanggaran yang sangat serius, baik dari sisi hukum maupun moral.
Aparat penegak hukum, sebagai figur yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat, justru melakukan tindakan yang sangat merusak dan mengkhianati amanah yang mereka emban. Peran aparat penegak hukum adalah untuk menjaga keadilan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang rentan, seperti anak-anak. Ketika seorang aparat hukum terlibat dalam tindakan pelecehan seksual, mereka tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak rasa kepercayaan publik terhadap lembaga yang seharusnya menegakkan keadilan.
Kepercayaan masyarakat terhadap aparat hukum merupakan dasar penting dalam menciptakan ketertiban dan kepastian hukum. Kasus semacam ini, terutama jika melibatkan pelaku yang memiliki kekuasaan atau kedudukan, akan membuat masyarakat merasa semakin takut dan tidak terlindungi. Kepada siapa lagi kita menggantungkan harapan jikalau yang harus melindungi kita justru menjadi sumber ancaman. Transparasi dalam proses hukum harus menjadi sebuah keharusan agar masyarakat itu sendiri dapat memantau jalannya keadilan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












