Mengais Rejeki di Bawah Terik Matahari

20190322 220547 scaled

Kupang,Flobamora-news.com  – Pace Seo Lin atau biasa disapa om Pace (35), sudah merantau di Kupang sejak 12 tahun lalu. Pria kelahiran Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan Propinsi Nusa Tenggara Timur, yang berprofesi sebagai Tukang Tambal Ban.

Om Pace mengaku, saya sudah lama bekerja di kawasan Pom Bensin Oebobo Kota Kupang. Dia menjadi tukang tambal ban sejak 12 tahun lalu. Tempat tambal bannya terbuka, saat tambal ban tubuhnya terbakar sinar Matahari hal ini sudah berlangsung selama 12 tahun. Hal ini dia tekuni demi mengais rejeki.

“Tambal ban motor dan mobil saya bisa,” kata Om Pace saat ditemui di kawasan Pom Bensin Oebobo, Rabu (20/3). Om Pace menambal ban dengan peralatan seadanya.

Di saat musim hujan saya mengalami kesulitan karena tempat tambal ban saya terbuka , dia tidak pernah melakukan sebar paku atau apapun namanya yang tidak jujur. Buat dia, mencari rezeki yang halal adalah tujuan hidupnya, apalagi dia ada tanggungan.

“Tambal ban belajar secara otodidak, modalnya dulu Rp 100 ribu buat beli alat-alat tambal ban. Penghasilan rata-rata per hari Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu. Ya kira-kira 3 sampai 4 pelanggan per harinya,” ujar Om Pace. Biaya tambal ban sekitar Rp 10 ribu. 



Exit mobile version