Merdeka Institute yang diawaki pada jurnalis senior, kata Mulia, memiliki posisi strategis dan berkepentingan untuk turut meningkatkan kualitas SDM media. “Sinergi Merdeka Institute dan JMSI diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas SDM media,” tegasnya.
Ketua Umum JMSI Teguh Santosa pada kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kehadiran media siber yang profesional di tengah “banjir” media sosial. Teguh menyitir statemen Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang mengibaratkan kondisi media saat ini sedang “banjir bandang”, seperti di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu.
“Di saat banjir, semua air keruh dan kotor. Dan, di saat seperti itu, setiap orang tetap membutuhkan air bersih. Media diharapkan bisa menjadi “air bersih” di saat publik sedang dibanjiri media sosial,” ujar Teguh yang juga alumni Harian _Rakyat Merdeka_ dan pendiri kantor berita politik RMOL.ID itu.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di kesempatan yang sama mengungkapkan pentingnya memperbanyak jurnalis intelek, yakni jurnalis terdidik yang mendasarkan kerja profesionalnya pada kerangka berpikir intelektual.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












