Nilai Bukan Penentu Mutu Pendidikan

20190426 213115

Misalnya, membawa anak-anak ke tempat-tempat ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing untuk mendengarkan siraman rohani. Semua  rangkaian kegiatan itu, menurut  dia,  harus terkafer dalam KBM di sekolah, sehingga siswa tidak cepat jenuh.

Contoh lainnya lagi, pada jam sore hari membawa anak-anak  ke Taman Budaya untuk memperkenalkan budaya NTT khususnya, dan budaya nusantara pada umumnya, sehingga mereka mengetahui adat istiadat semua daerah di Indonesia.

KBM itu, bagi dia,  tidak saja dalam bentuk  tatap muka di dalam kelas, tetapi bisa juga di luar kelas seperti di Gereja, Masjid, Pura, Taman Budaya,  Museum, atau  belajar dengan melihat alam, sehingg tidak kelihatan jenuh dan semuanya  sudah terjadwal oleh sekolah. (NTT. Pembaharuan)



Exit mobile version